KSB Nilai Masjid Darusalam Sebagai Wisata Religi

Posted: November 30, 2011 in Kebudayaan

Taliwang : Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menjadikan Masjid Agung Darusalam sebagai  pusat kegiatan Islam dan wisata religi di Sumbawa Barat. Penilaian itu dibantu dengan terbentuknya Kelompok Sadar Wisata Masjid Agung Darusalam, belum lama ini.

Masjid Agung Darusallam

Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata dinas budpar Sumbawa Barat Amirullah mengatakan, dari segi konstruksi Masjid Agung Darusalam berbeda dengan kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat.

“Bahkan di Indonesia sekali pun. Di lantai pertama dijadikan ruang parikir kendaraan roda dua dan empat, kemudian lantai kedua dan ketiga untuk menampung ribuan jemaah,” kata Amirullah.

Masjid Agung Darussalam yang berada di dalam kompleks Kemutar Telu Center (KTC) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), secara resmi mulai digunakan pada tanggal sembilan Juli 2010.  Sebagai tempat ibadah terbesar di NTB, masjid ini biasa dipergunakan untuk peringatan hari besar Islam.

Bupati Sumbawa Barat Zulkifli Muhadli menjelaskan, Masjid Darussalam tidak hanya  dijadikan sekedar tempat ibadah.  Namun lebih dari itu, bangunan masjid ini adalah salah satu dari tiga bangunan simbol sentral pembangunan fitrah di Sumbawa Barat.

Tidak hanya itu, lanjutnya, Masjid Darusalam  juga akan dilengkapi dengan perpustakaan berisi keislaman.

Sekretaris pengurus Masjid Agung Darusalam Najamuddin Amy menjelaskan, pembangunan Masjid Darusalam  menjadi satu bagian dengan pembangunan wisma Sumbawa Barat  yang menyamai hotel  bintang tiga.

Kabid Kominfo ini  mengatakan, jika kehadiran Masjid Darusalam menjadi rangakian yang tidak terpisahkan dengan fasilitas di KTC lainnya, seperti Gedung Fitrah dan Tugu Sukur.

Dengan itu,  kata Pembantu Rektor Tiga Universitas Cordova ini , masyarakat Sumbawa Barat, Pegawai Negeri Sipil, dan tamu daerah bisa memaknai kunjungannya melalui beribadah di masjid kebanggan warga Kecamatan Taliwang ini.

Masjid Agung Darussalam, bangunan yang berdiri megah di atas kolam persegi  empat itu  sedikitnya menghabiskan dana pembangunan sekitar Rp35 miliar. Masjid ini berada di Kompleks KTC seluas 48,2 hektar yang berdiri sejajar dengan Graha Fitrah, dan Tugu Syukur. (AS/*/foto:humas KSB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s